Access Control

Mengenal Access Control
1. Fungsi Access Control
Access Control umumnya dibagi ke dalam dua fungsi:
– Sebagai Door Access (Management), yaitu membatasi hak masuk seseorang ke pintu tertentu.
– Sebagai Attendance System, yaitu sebagai mesin absensi karyawan.
Oleh karena kedua aplikasi ini berbeda dalam sifat dan penerapannya, maka apabila kita ingin menggabungkannya ke dalam satu sistem (dengan satu software), maka diperlukan perencanaan dan persiapan yang matang. Terlebih lagi jika jumlah karyawannya cukup banyak dan pintu keluar masuknyapun bervariasi.
Beberapa data perencanaan penting lainnya yang perlu diketahui jauh-jauh hari sebelumnya adalah:
1. Berapa jumlah karyawan secara keseluruhan, karena ini akan menyangkut pada kapasitas Reader.
2. Berapa jumlah Departemen, karena akan terkait pada pembagian access group.
3. Berapa jumlah karyawan per Departemen, karena akan menyangkut Group Member, Time Zone atau Shift.
4. Berapa jumlah pintu per Departemen, karena menyangkut jumlah Reader (Quantity).
5. Media access yang dipakai, karena menyangkut soal kecepatan, ketahanan, keamanan dan yang terpenting adalah soal anggaran biaya (cost).
6. Pengaturan jam access (Time Zone).
7. Pengaturan mode access (Card only dan Card plus PIN).
8. Format pelaporan yang dikehendaki (harian, mingguan, bulanan atau tahunan), karena menyangkut perlu tidaknya pengembangan software dari pihak ketiga.
9. Penggabungan sistem ini ke dalam penghitungan gaji (payroll).
10. Garansi unit pada saat terjadi trouble.

2. Media Access Control
Ilustrasi di bawah ini adalah contoh media yang paling umum digunakan dalam sistem Access Control. Masing-masing jenis memiliki keunggulan dan keterbatasan, sehingga dalam memilih mana yang tepat kita perlu mempertimbangkan beberapa faktor, diantaranya:
– Jumlah pemegang kartu (card holders)
– Aplikasi (apakah sebagai Door Access atau Time Attendance)
– Kecepatan baca (reading speed)
– Umur pemakaian (life time)
– Lingkungan kerja (environment)
– Harga (cost)
Selain itu ada pula Reader yang menggunakan sidik jari, bentuk tangan, bahkan scanning pada retina mata, seperti terlihat pada produk di bawah ini:
Ada hal penting yang perlu kami sampaikan di sini, yaitu: adakalanya untuk aplikasi sederhana kita tidak memerlukan peralatan dan sistem yang “canggih” (kaya akan feature) dan berharga mahal.
Sumber : http://www.tanyaalarm.com/2010/07/mengenal-access-control.html

Tampilkan hasil tunggal